Blog ini didedikasikan khusus buat ngeshare karya-karya buatan gue dan temen gue. Maaf, gue bukan manusia yang sempurna yang gak luput dari kesalahan. So, maklumin aja kalau gue typo, Bahasanya terbelit-belit dan yang lainnya. Selamat membaca. #BeraniBeda
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 12 Februari 2014

Pendirian Manusia Aligator (Part 2)

PART  2 :
Setiba dirumah, Epay pun meletakkan semua barangnya di kamar dan mulai mandi.
Setelah mandi, Azan Maghrib pun terdengar, dan ia langsung cepat memakai pakaian dan bergegas untuk ke Surau untuk melaksanakan Shalat Berjamaah.
Jam menunjukkan pukul 20:00, namun Epay masih saja melamun. Melamun memikirkan rencana agar bisa mendekati Ajuk. Pada akhirnya ia mendapatkan rencana dan ia akan melakukan rencananya pada esok hari.
Pada esok harinya, Epay datang lebih awal dan mencari Afi untuk bertanya banyak tentang Ajuk. Namun ketika sampai di sekolah, Afi pun belum hadir juga.
“Heh, Manalah ni anak ? ditungguin daritadi gak dateng-dateng juga. Nyesel banget gue datang awal”(Sambil merengut)
Bel berbunyi tanda masuk ke kelas dan memulai pelajaran pertama. Pada waktu itu pelajaran Matematika. Tampak murid-murid serius belajar pada pelajaran tersebut, Terkecuali Epay yang tampak melamun. Dan saat itu Epay ditegur oleh guru yang sedang mengajar di kelasnya. Kemudian, Epay pun sudah mulai serius untuk belajar.
Bel istirahat pun terdengar, Epay langsung bergegas ke kelas tetangga yakni kelas X.E mencari Afi. Namun ketika sampai disana, lagi-lagi ia tidak menemukan Afi. Sontak ia begitu kesal dan akan batal menjalani rencananya. Tiba-tiba muncul sosok perempuan, dan ternyata itu adalah Ajuk. Epay langsung salting dan bertanya kepada Ajuk.
“Eh, Juk, Afi hadir nggak ? kok gue gak ada ngeliat dia ya hari ini”
“Oh iya, dia gak hadir hari ini. Menurut surat, ia sakit.”jawab Ajuk
“Yah, Makin kesal dah gue. Okelah, Thanks, Juk.”Kata Epay.
“Yo’I”Balas Ajuk.
“Ah ! Bener-bener kesal gue hari ini. Batal lagi rencana nya. Yaudah, ntar malem gue bakal nyari tau tentang tuh cewek” (Epay berbicara didalam hati).
Malam pun tiba, Epay mulai menghidupkan PC tersayangnya dimana dari PC itu ia mulai mengenal banyak tentang IlmuTeknologi. Kemudian ia membuka browser dan mulai login di facebook. Ia melihat bahwa Afi sedang Online di Facebook. Sontak ia langsung memulai chat dengan Afi.



               Kemudian, Epay pun langsung add facebook dan mem-follow akun twitter Ajuk. Nah, entah kenapa tiba-tiba ide muncul.
“Nah, kebetulan banget ni. Besok ada UH Sejarah. Tanya ke Ajuk aja deh. Siapa tau dia mau ngasi soal UH nya”
Lalu, Ia langsung mention Ajuk agak folback akun twitternya tersebut.




                     Setelah di folback, Epay langsung mengirim pesan di twitter melalui DM (Direct Message).
                      Kemudian, ia mention Ajuk agar DM nya dibalas.
 

                       Lantas, Epay bergegas membaca DM dari Ajuk 

 


                    Setelah mendapatkan nomor HP si Ajuk, Epay langsung senang dan menyimpan nomornya di Kontak HP Epay. Dia ragu untuk memulai percakapan melalui SMS, masih belum menemukan percakapan apa yang akan dibahas. Dan pada akhirnya ia tidak jadi untuk SMS Ajuk. Ia memilih untuk tidur langsung karena badannya lelah.
                    Esok harinya, ia fokus untuk UH Sejarah. Apa yang ada dipikirannya tentang Ajuk dihilangkannya. Namun, ketika Ulangan Harian ia tak bisa menjawab  soal-soal itu. Ia memulai untuk membuka buku di bawah laci meja. Tiba-tiba….
“Epay, apa yang kamu lihat dibawah meja ?”
“(tersenyum gugup) ehh, nggak ada bu’. (menunjukkan tangannya yang kosong)“
                    Lalu, Guru Sejarah tadi langsung menuju ke meja Epay untuk melihat apa yang telah dilakukan olehnya. Namun sayangnya tidak ada apa-apa dibawah meja Epay. Beruntung nasibnya yang cepat-cepat menyembunyikan buku ditempat lain.
                    Bel berbunyi dan ulangan pun selesai. Epay bergegas ke kelas X.E untuk menemui Afi. Sebenarnya ia kesana bukan untuk menemui Afi, malahan untuk bertemu Ajuk. Ia hanya modus untuk menemui Ajuk. Namun ketika menemui Afi, dia tak melihat sosok Ajuk yang baik itu. Kemudian ia bertanya kepada Afi.
“Wei, Crot. Kemana si Sosok Ajuk?”
“Sosok? Hahaha, lebay amet lo. Dia barusan ke kantin sama temen-temenya.”
“Oh, yuk ah ke kantin. Gue pengen ngeliat dirinya. Hahaha”
“Makin hari, gue liat lo semakin lebay plus alay”
“Bacritt, Sialan lu. Biasa aja keles.”
“Hahaha, Croott. Udahlah, Let’s go to the canteen”
“Eleh, sok-sok’an lu pake Bahasa Inggris segala. Nilai Bahasa Indonesia aja kagak tuntas.”
“Sialan. Udah ah, lanjut”
                    Dan mereka pun ke kantin. Epay juga bertemu Ajuk. Ia langsung menuju ke kantin Pop Ice Babe untuk membeli Pop Ice dan modus untuk mendekati Ajuk. Mulailah percakapan antara Epay dan Ajuk.
“Eh, elu. Belanja apaan disini ?”
“Ya, gue belanja gaun disini (merengut) ya, lu tau kan ini kantin apaan. Masa pake nanya segala”
“Iya, woles aja keles. Maksud gue, lu beli es rasa apa ?”
“Oh, Pop Ice rasa Capuccino. Nah lu beli es rasa apa ?”
“Gue beli Pop Ice rasa PKS”
 “Ha ? apaan ? PKS ? Apa tu ?”
“Permen Karet Susu.”
“Oh”
“beli satu aja?”
“nggak,  buat rombongan”
“rombongan? Mana rombongannya?”
“ lu lugu banget Pay. Atau grogi bicara ama gue ?”
“(deg. Mampus gue ketahuan.) emang kelihatan Juk ? “
“(Ajuk hanya tersenyum kemudian pergi membawa segelas pop ice nya)”
                    Epay tertegun melihat senyuman Ajuk dari dekat. Begitu tertegun hingga Afi mengejutkannya.
“Woy, lo ngapain ? kesambet ?”
“Eh, iya ? apaan ?”
“Ngapain lo tadi senyum-senyum sendiri ? Habis ketemu Ajuk ya ?”
“Hahaha, iya.  Apes dah ketauan grogi ngobrol dengan dia.”
“Hahaha, Mampus lo. Tapi gapapa juga sih. Biar dia nggak cuek sama lo.”
“Emang gitu ya ? Gue yang lola atau gue yang nggak tau apa-apa ?”
“Lola banget lo. Udah ah. Bel udah bunyi noh. Yuk masuk kelas. Keburu Pak Bowo masuk. Ntar gue disuruh Ber-di-ri. Hahaha.”
“Hahaha, yuk ah”
                    Mereka kembali ke kelasnya masing-masing. Kembali memulai pelajaran selanjutnya.
                    1.5 Jam kemudian, bel pulang berbunyi. Tanpa basa-basi, ia langsung pulang kerumahnya. Karena ia mau melanjutkan pembicaraan dengan Ajuk melalui SMS.
 

0 komentar:

Posting Komentar